Saat menulis cerita anak yang menghibur jelas lebih mirip seni daripada sains, cerita anak yang paling sukses memperhatikan 8 elemen berikut.
# 1: Tema
Cerita anak yang baik memiliki tema yang mendasar. Tema dasar "Peter and the Wolf," misalnya, adalah "jangan berbohong" atau "jujur saja." Tema yang mendasari "The Sneetches" oleh Dr. Seuss adalah "jangan rasis" atau "semua (Sneetches) diciptakan sama." Tema bisa menjadi moral dari cerita, atau wawasan atau pandangan yang disampaikan oleh cerita. Tema umum adalah keberanian, cinta, ketekunan, pertemanan, dll.
Sebagai tema yang mendasarinya, tema biasanya muncul secara halus saat cerita terbentang. Pernyataan langsung tentang tema biasanya tampil sebagai khotbah dan tidak menarik. Ingat apa yang guru bahasa Inggris SMA Anda katakan: "tunjukkan, jangan beritahu!"
Juga, pertahankan tema Anda positif dan konstruktif. Cerita Anda mungkin menyedihkan, tapi pastikan itu tidak negatif, sinis atau menyedihkan!
# 2: Plot dan Pace
Plot adalah apa yang terjadi dalam sebuah cerita. Kecepatan adalah kecepatan perkembangan cerita.
Umumnya, terbitan kronologis sederhana berjalan sangat baik untuk buku cerita (tidak ada kilas balik atau rumit yang melompati waktu).
Plot biasanya berkisar pada masalah dominan atau konflik yang harus diselesaikan oleh karakter utama. Masalah atau konflik mungkin ada pada karakter lain, dengan keadaan atau bahkan internal untuk karakter utama (misalnya mengatasi ketakutan mereka sendiri).
Plot ini biasanya berjalan melalui fase: awal konflik, kesuksesan atau kesulitan awal, kesulitan atau pembalikan, resolusi akhir atau kemenangan, dan hasil akhir. Seiring perkembangan cerita melalui fase-fase ini, konflik menjadi lebih intens dan meningkatkan ketegangan dramatis, sampai akhirnya klimaks dan konflik dipecahkan.
Untuk sebagian besar, karakter utama berhasil atau gagal melalui usahanya sendiri. Sebenarnya, melalui proses inilah karakter belajar atau berkembang, dan pelajaran atau pertumbuhan ini biasanya menyampaikan tema.
Tip: Buat tata letak thumbnail / mockup teks Anda. Dengan cara ini Anda bisa menilai dengan lebih baik bagaimana cerita Anda terbentang dan mondar-mandirnya yang optimal. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi: http://www.child-stories-bank.com/writing-child-book.html.
Jalan mondar-mandir cerita Anda sangat penting. Terlalu lambat dan pembaca / pendengar akan kehilangan minat, terlalu cepat dan mereka tidak punya waktu untuk merasa senang atau mereka akan kehilangan detail penting. Kecepatan dalam buku cerita harus cukup cepat tanpa "terburu-buru." Hindari perkenalan atau deskripsi yang panjang tentang pengaturannya. Mulai tindakan segera dari awal dan segera bawa ceritanya sampai akhir.
Bahkan lebih daripada orang dewasa, anak-anak menghargai tindakan. Jadi, teruskan laju ceritamu cukup cepat dengan menggunakan tindakan dan acara yang sedang berlangsung. Jangan terjebak dalam deskripsi panjang atau refleksi. Sekali lagi, "tunjukkan, jangan beritahu!"
# 3: Suara Naratif dan Sudut Pandang
Suara naratif adalah sudut pandang dari mana ceritanya diceritakan. Sebagian besar cerita diceritakan baik di "orang pertama" (dari sudut pandang "Saya", "Saya melakukan ini") atau "orang ketiga" (dari sudut pandang "Mereka", "Mereka melakukan itu"). Jika Anda memilih untuk menulis dari perspektif orang pertama, Anda harus memutuskan karakter mana yang menjadi narator. Apapun sudut pandang yang Anda pilih, pastikan Anda tetap menggunakannya. Melompat dari satu sudut pandang ke sudut pandang lain bisa sangat membingungkan.
TIP: Pelajari buku cerita yang serupa dengan buku Anda atau buku penerbit yang Anda targetkan untuk melihat suara naratif apa yang mereka gunakan.
# 4: Karakter
Membuat karakter yang menarik sama pentingnya dengan mengembangkan plot yang solid. Semakin banyak pembaca bisa berhubungan dengan karakter Anda, semakin mereka menyukai buku cerita Anda.
Jadi, bagaimana Anda membuat karakter Anda menjadi hidup? Seperti orang sungguhan, karakter menjadi hidup ketika mereka memiliki karakteristik nyata: ciri kepribadian, kebiasaan, sifat fisik, tingkah laku, cara berbicara, ketakutan, kegembiraan, motivasi, dll. Jika Anda harus menggambarkan diri Anda atau teman terbaik Anda dalam sebuah beberapa kata, apa karakteristik yang menonjol? Cobalah untuk mengidentifikasi satu karakter utama dan beberapa karakter minor untuk setiap karakter. Tuliskan profil singkat jika itu membantu.
Tip: Selain menggambarkannya, Anda juga bisa mengungkapkan karakteristik karakter Anda dengan menunjukkan bagaimana mereka menanggapi situasi, atau melalui cara mereka berbicara.
Poin penting adalah bersikap konsisten. Karakter harus "sesuai dengan karakter" agar bisa dipercaya dan mendapatkan penerimaan pembaca.
# 5: Setting
Tetapkan ceritamu di tempat dan waktu yang akan menarik dan / atau familiar.
# 6: Gaya dan Nada
Ingat audiens utama Anda: anak-anak. Tulislah dengan tepat, gunakan (kebanyakan) kata-kata pendek, kalimat pendek dan paragraf pendek. Tulis secara sederhana dan langsung sehingga Anda tidak kehilangan pembaca Anda (juga, jangan lupa bahwa banyak anak hanya akan mendengarkan cerita Anda karena terbaca pada mereka; perlu mudah untuk didengarkan dan dimengerti seperti cerita telah sepanjang waktu).
Tip: Sebelum kata-kata tertulis, cerita ditransmisikan secara lisan. Cerita yang bagus masih harus "terdengar" bagus. Jadi, coba baca ceritamu dengan lantang. Apakah itu mengalir secara alami dan menarik perhatian pendengar? Apakah ada kesempatan untuk menggunakan suara Anda (nada, kenyaringan, dll.) Untuk membuat pendengar merasa seperti berada di sana bersama karakter?
Gunakan kutipan langsung (misalnya "'Langsung!' Katanya.") Bukan kutipan tidak langsung (mis. "Dia mengatakan kepadanya untuk melompat," Apa nada ceritamu? Apakah ini sebuah cerita epik? Cerita lucu dan aneh? Kisah petualangan? Cerita menyeramkan? Buatlah tulisan Anda sesuai dengan suasana atau nada yang ingin Anda ciptakan.
# 7: Dialog
Bacalah dialog Anda dengan suara keras untuk memastikannya tidak terdengar kaku atau tidak alami. Apakah karakter Anda berbicara seperti yang diharapkan orang?
# 8: Pembukaan dan Penutupan
Anda perlu menghubungkan pembaca Anda dari awal, jadi mulailah ceritamu dengan "bang!". Anda ingin orang menyelesaikan membaca cerita anak Anda merasa puas jadi pastikan bahwa konflik atau masalah utama teratasi, bahkan jika ceritanya tidak memiliki akhir yang "bahagia".

No comments:
Post a Comment